9 Destinasi Wisata di Sulawesi

  1. Pantai Tanjung Bira

tanjung bira

Indonesia bagian timur memang kaya akan pemandangan alamnya yang indah terutama pemandangan bawah laut dan pantainya. Terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi, tepatnya berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Pantai Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih lembut yang terkenal akan keindahan dan kenyamanannya dari lokal hingga ke mancanegara.

Tanjung Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulukumba atau 200 km dari Kota Makassar dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam lamanya. Tak hanya dikenal karena pesona keindahan pantainya saja, Tanjung Bira juga merupakan rumah pembuatan kapal tradisional khas Sulawesi Selatan dan pengunjung dapat melihat proses pembuatan kapal tersebut di pinggiran pantai.

Dengan biaya tiket masuk sekitar Rp 10.000,00 rupiah, kawasan wisata Pantai Tanjung Bira sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti tempat persewaan perlengkapan menyelam, rumah makan, kamar mandi yang nyaman, persewaan motor, dan pelabuhan kapal ferry yang digunakan untuk mengantar para wisatawan yang ingin menyelam di Pulau Selayar. Untuk akomodasi peninapan tersedia penginapan, villa, bungalow dan hotel dengan tarif mulai dari Rp 100.000,00 hingga Rp 600.000,00 per malamnya.

Ada banyak hal yang dapat pengunjung lakukan di kawasan wisata Tanjung Bira, salah satunya yaitu snorkeling maupun diving sembari menikmati keindahan bawah lautnya di beberapa spot yang ada di pantai ini. Spot di kisaran Pulau Liukang Loe, yakni sebuah pulau kecil yang terletak di seberang barat Tanjung Bira merupakan salah satu spot terbaik. Pengunjung juga dapat menghabiskan waktu libur di Tanjung Bira dengan sekedar berjemur di bawah matahari sambil menikmati segarnya angin yang berhembus serta menyaksikan pesona matahari terbit dan terbenam.

Untuk Anda para pecinta traveling dan penikmat pantai maka jangan lewatkan pantai cantik yang satu ini. Dengan segala pesona keindahannya, Tanjung Bira sangatlah tepat untuk dijadikan pilihan melewati liburan akhir pekan Anda. Tertarik menghabiskan akhir pekan di Tanjung Bira?

(https://www.indonesiakaya.com)

2. Danau Matano

Danau Matano

Bermacam-macam keunikan destinasi danau di Indonesia sangat beragam. Indonesia mempunyai Danau Toba yang sangat luas di Sumatera Utara, Danau Kakaban dengan keunikan ubur-uburnya, Danau Poso dengan pasir putihnya yang bersih dan masih banyak lainnya. Satu lagi di Indonesia mempunyai danau yang unik, tepatnya di Propinsi Sulawesi SelatanDanau Matano namanya yang mempunyai predikat danau terdalam se Asia Tenggara dan urutan ke delapan di dunia.

Danau yang terbentuk dari ribuan mata air yang sebagian berada di bawah danau dan bukan aliran anak sungai ini tidak akan mengalami kekeringan walaupun di musin kemarau. Dengan luas sekitar 16.000 hektar dan kedalaman sekitar 600 meter dikelilingi oleh pegunungan bebatuan membuat tempat ini sangat indah untuk memanjakan mata saat melintasi menggunakan perahu. Airnya yang sangat jernih kadang mata akan bisa langsung melihat pemandangan bebatuan dan ikan yang berlalu lalang yang berada di bawah air.

Danau Matano dihuni oleh bermacam-macam fauna endemik air seperti udang, siput, kepiting dan ikan. Uniknya sebagian dari hewan tersebut tidak akan dijumpai didanau-danau lain yang ada di Indonesia. Di danau ini ada species hewan endemik yang khas, namanya ikan purba. Karena warnanya yang kecoklatan dan bentuknya seperti binatang purba ini warga sekitar menyebutnya Ikan Buttini. Ikan ini sangat unik. Menurut beberapa peneliti, Ikan Buttini ini hanya akan hidup dan berkembang biak di Danau Matano. Ikan Buttini sangat digemari oleh masyarakat sekitar danau, tak heran banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan Ikan Buttini karena selain sebagai keperluan pribadi Ikan Buttini adalah menu favorit yang dicari oleh wisatawan yang datang untuk menikmati pemandangan Danau Matano.

Selain keunikan hewan endemik, Danau Matano juga memiliki keunikan lainnya. Yaitu beberapa lubang gua yang didalamnya masih terdapat sisa peninggalan sejarah seperti tombak, parang dan alat rumah tangga yang terbuat dari besi kuningan. Sebagian dari gua berada tepat berada di bibir danau, sehingga mulut gua terkadang akan tertutup oleh air danau. Tak jauh dari pemukiman penduduk juga terdapat sebuah gua. Gua tersebut dihuni oleh kelelawar dan terdapat banyak sisa tulang belulang manusia, warga sekitar menyebutnya denga nama Gua Tengkorak. Gua Tengkorak ini dulunya adalaha sebuah makam pada saat penduduk asli belum mengenal agama. Mayat orang yang meninggal akan dimasukan ke dalam gua tersebut.

Terdapat banyak tempat yang bisa dikunjungi apabila berada di sekitar Danau Matano. Selain keindahan danau, gua dan ikan endemik. Pengunjung juga bisa menikmati keindahan kolam mata air hidup yang disebut dengan Bura-bura, kesejukan air terjun Mata Buntu, dan melihat langsung kuburan tua suku adat Matano, yang berada di Dusun Matano.

Lokasi

Danau Matano berlokasi di Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Akses

Akses menuju Sorowako dapat ditempuh melalui darat ataupun udara. Akses melalui udara dapat ditempuh kira-kira 45 menit sedangkan melalui darat dari Makassar-Sorowako dapat ditempuh sekitar 9-10 jam. Tetapi akses memlauli udara sampai saat ini masih terbilang mahal, dikarenakan bandara yang berada di Sorowako merupakan bandara khusus miliki PT. Inco.

Fasilitas dan Akomodasi

Tidak perlu khawatir, danau Matano dilengkapi berbagai fasilitas seperti Kayak, Banana Boat, Jet Ski, Kapal Pesiar, serta didukung dengan penempatan Gasebo, Bungalow, Restaurant, taman bermain untuk anak – anak dan fasilitas lengkap lainnya.

(http://www.gocelebes.com)

3. Takabonerate

takabonerate-8.jpg

Takabonerate adalah Taman Laut Nasional yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Jarak dari Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar adalah 25 kilometer. Sementara kalau dari Kota Makassar sekitar 300 kilometer. Terhitung jauh memang.  Teman-teman tahu Kwajalein di Kepulauan Marshall? Atau pernah mendengar Suvadiva di Kepulauan Maladewa? Mereka berada di peringkat pertama dan kedua sebagai karang atol terbesar di dunia. Lalu, di peringkat ketiga? . Takabonerate berada di posisi ketiga. Oleh karena itulah, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan Takabonerate sebagai salah satu ikon wisata bahari selain Tanjung Bira di Bulukumba. Bahkan, oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 7 Februari 2005 Takabonerate diajukan masuk dalam daftar tentatif (sementara) Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kenapa sih Takabonerate layak untuk di kunjungi ?

Asal-usul Takabonerate adalah sebuah gunung berapi yang meletus dan sisa-sisanya terendam sekitar 2.000 meter di bawah permukaan laut. Terbentuklah terumbu karang. Lantas, aneka tanaman laut mulai tumbuh disana. Sampai-sampai ada satu bagian yang lapang sekali mirip sabana di daratan. Orang-orang menyebutnya padang lamun. Tak jauh beda kok dengan padang rumput. Bedanya, padang lamun ini hidup di laut dengan berbunga, berbuah, dan berbiji. Ikan-ikan kecil nan lucu acap kali main-main di situ. Berkejaran satu sama lain. Tak ubahnya kuda-kuda yang berkejaran di padang rumput.

Topografi atau lekuk tubuh Takabonerate sangat menarik, berupa atol seluas 220.000 hektar yang terdiri atas pulau-pulau karang dan rataan terumbu yang begitu luas tersebar hingga 500 kilometer persegi. Kalau air laut sedang pasang, ada beberapa pulau yang masih nongol di permukaan, sisanya tenggelam. Jadi, buat teman-teman yang belum punya lisensi menyelam atau masih amatiran atau hanya bernyali untuk snorkeling, tak perlu khawatir untuk mencoba di sini. Nah, kalau sedang surut terendah, Anda bisa melihat bagian yang berupa daratan kering dari karang dengan genangan air yang mirip kolam-kolam kecil.

Merujuk pada data yang dihimpun Departemen Kehutanan, Takabonerate memiliki 244 jenis moluska, di antaranya lola (Trochus niloticus), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius). Di salah satu titik, teman-teman bahkan bisa menjumpai begitu banyak nudibranch alias siput telanjang, sampai-sampai disebut Nudibranch Village atau Kampung Nudi. Saya kira, air hangat dengan temperatur 28°C – 32°C adalah salah satu penyebab betahnya mereka beranak-pinak di situ. Selain tentu juga karena ketersediaan makanan dan tempat tinggal yang disajikan oleh sekitar 261 jenis terumbu karang dari 17 famili, di antaranya Acropora palifera, Pavona clavus, Fungia concinna, dan sebagainya. Mayoritas mereka berkolaborasi membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Dan, di sinilah 295 jenis ikan karang aneka warna juga turut menyandarkan hidup dan bertumbuh dengan riang. Dengan visibiltas berkisar 80 – 100 persen, eagle ray, manta ray, hingga hiu pun bisa dijumpai berlenggak-lenggok di depan teman-teman.

Takabonerate juga merupakan rumah bagi biota penyu. Ada sekitar empat jenis penyu yang bisa ditemukan di kantong-kantong air, meliputi: Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Tempayan (Caretta caretta) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Kekayaaan hayati laut membuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan menjaga Takabonerate hingga pertumbuhan terumbu karang mencapai rata-rata 41 persen. Bagaimanapun juga, Takabonerate sedang disiapkan jadi destinasi wisata internasional. Biar tak hanya lokal yang bisa menikmati, tapi juga turis mancanegara.

Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Takabonerate?

Teman-teman bisa berkunjung ke Takabonerate pada bulan April – Juni atau Oktober – Desember tiap tahunnya. Apabila ingin menyaksikan atraksi wisata yang sesungguhnya di Kabupaaten Selayar khususnya Takabonerate maka saya menyarankan teman-teman berkunjung pada bulan Oktober – Desember untuk ikut dalam even Ekspedisi Takabonerate. Acaranya mencakup International Fishing Tournament, Underwater Exhibition (diving dan snorkeling), exploring, Lomba Fotografi Bawah Laut dan Lomba Foto Darat, Fam Tour, Lomba Penulisan Blog, Parade Joloro Hias, Pagelaran Seni budaya, juga Bakti Lingkungan Hidup.

Takabonerate Sea

Apa saja Fasilitas yang di sediakan di Takabonerate ?

Teman-teman yang ingin berkunjung ke Takabonerate dapat mencari informasi di website resmi dinas pariwisata kabupaten selayar di website resmi pihak Taman Nasional Takabonerate. Pada situs tersebut terdapat informasi mengenai akomodasi, travel agent, rumah makan, kantor pos, money changer, akomodasi (hotel, wisma, resort, homestay), dll lengkap dengan harga, gambar, dan nomer telepon yang dapat di hubungi. Jika teman-teman ingin sesuatu yang berbeda maka sebaiknya memilih homestay karena selain bisa bermain-main di halaman terumbu karang yang luas, teman-teman juga bisa ikut menyaksikan sekaligus melebur dengan aktivitas tradisional masyarakat suku Bugis dan Bajo yang menetap di situ. Mau melihat proses pengeringan ikan, bisa. Mau mengamati pembuatan kapal kayu, bisa. Ingin ikut mencari kerang laut, bulu babi, atau obrol-obrol santai dengan warga juga bisa. Ssssttt… Buat yang lidahnya selalu penasaran, coba deh kuliner masyarakat sini. Ada ikan bakar, kolak sukun, bakso cakalang, bahkan tie-tie (bulu babi). Pasti jadi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup.

4. Air Terjun Mata Buntu
105076_air-terjun-di-moramo--konawe-selatan--sulawesi-tenggara_663_382
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Kabupaten Luwu Timur jika tidak menyempatkan diri ke Mata Buntu. Apalagi bagi mereka yang ‘pelancong mania’. Mata Buntu adalah air terjun yang sangat luar biasa dan ‘dahsyat’. Mengapa luar biasa? Kondisinya bertingkat-tingkat. Jumlahnya hingga 20 tingkat. Ini juga sekaligus yang membuat dia luar biasa dan dahsyat dibandingkan kebanyakan air terjun lainnya. ”Mata Buntu” sebenarnya bukan nama asli air tejun di Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur ini. Martinus Tomana, Ketua Dewan Adat Karonsie, seperti dilansir majalah ”Warta Lutim” menyebutkan, nama dari sono-nya – sesuai bahasa asli setempat – ‘Mata Buntu” adalah Meruruno yang berarti gemuruh. Mengapa di sebut gemuruh? Rupanya, boleh jadi karena suara air yang suaranya gemuruh, karena jatuh dari tempat yang tinggi dan bertingkat-tingkat. Nama ‘Mata Buntu; sendiri menurut Martinus Tomano, tidak jelas kapan mulai digunakan. Tetapi dia menduga nama itu mulai digunakan orang sejak obyek itu dijadikan tujuan wisata. ‘Mata Buntu’ sendiri menunjuk makna juga, yakni mata air yang keluar dari batu yang bergelembung-gelembung.Untuk menjangkau Mata Buntu, dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Dari Malili bisa dijangkau selama 40 menit dan 30 menit dari Sorowako. Hanya saja, jalan agak sempit. Jika mobil berpapasan, harus ekstra hati-hati dan mencari jalan yang agak lapang.Untuk mendaki ke tempat teratas air terjun ini, harus merambahi ratusan anak tangga yang terbangun dari beton. Di setiap tingkat air terjun ini terdapat tempat untuk bermanja-manja. Mandi bermalas-malasan. Tidak terlalu dalam. Hanya sebatas mata kaki jika pada saat air tidak meluap. Hanya yang dikhawatirkan, kalau-kalau tiba-tiba datang banjir besar saat kita bermandi-mandi. Jadi, pintar-pintarlah memperkirakan cuaca di hulu. Nanti bisa terseret banjir dan dibanting-banting air Mata Buru.Namun menurut Martinus Tomana, air yang terlihat ‘terjun bebas’ di Mata Buntu bersumber dari bebatuan. Dari situlah air tersebut tidak henti-hentinya mengalir. Kalau kita perhatikan derasnya air mengalir, sungguh sulit membayangkan derasnya air tersebut jika tidak bersumber dari lokasi yang memang stok airnya berlimpah. Saya selalu bertanya bagaimana bentuk hilir air terjun ini. Mungkin ini yang perlu diteliti oleh mereka yang senang dengan wisata petualangan.Dari Wasuponda ke Mata Buntu kita akan menyaksikan perdesaan Luwu Timur yang masih asri. Pohon kakao adalah pemandangan yang kerap menghiasi retina kita. Burung-burung bangau putih yang di kota tiidak mungkin kita lihat beterbangan bebas kecuali di kandang milik rumah penduduk, masih banyak kita jumpai.Memasuki obyek wisata ini gratis, tetapi untuk kendaraan beroda empat disediakan biaya Rp 10.000 dan Rp 1.000 untuk roda dua. Masyarakat setempat memanfaatkan air terjun ini sebagai pembasah sawah-sawah mereka. Mereka tinggal menyalurkannya melalui pipa dan parit. Tidak perlu didorong, karena airnya sudah mengalir dari daerah ketinggian.(https://www.kompasiana.com)

5. Londa

londa

Londa terletak di desa Sendan Uai, Kecamatan Sanggalangi, yang berjarak 7 kilometer di sebelah selatan kota Makale, ibu kota kabupaten Tana Toraja dengan ketinggian 826 meter dari permukaan laut dengan posisi koordinat S 03°00’53.4” dan E 119°52’33.1”.

Londa adalah salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi para wisatawan. Di dalam gua ini terdapat ratusan tengkorak dan ribuan tulang belulang yang sebagian sudah berumur ratusan tahun. Terdapat juga peti-peti mati yang masih baru. Walaupun demikian, udara di dalam gua terasa sejuk dan tidak berbau.

Goa Londa adalah kuburan pada sisi batu karang terjal, salah satu sisi dari kuburan itu berada di ketinggian dari bukit mempunyai gua yang dalam dimana peti-peti mayat/erong diatur dan dikelompokkan berdasarkan garis keluarga. Di sisi lain, daripuluhan tau-tau berjejer di depan liang kubur

Londa memiliki dua gua yang dapat dimasuki oleh pengunjung. Menurut guide setempat bahwa dua gua ini sebenarnya saling berhubungan, tetapi pengunjung harus setengah merayap. Panjang gua ini sekitar 1.000 meter.

Kisah Romeo-Juliet

Gua Londa memiliki kisah romantik Romeo-Juliet versiToraja. Dikisahkan, ada sepasang kekasih yang dilarang berhubungan lebih lanjut dan kemudian bunuh diri. Kisah bunuh diri mereka ada dua versi. Versi pertama mengatakan mereka terjun dari tebing, tapi ada yang mengatakan mereka menggantung diri. Di gua Londa, tulang belulang sepasang kekasih ini diletakkan berdekatan.
Londa 3 web

Di atas pintu masuk goa di Londa terdapat patung-patung orang yang jenazahnya diletakkan di dalam goa. Patung-patung itu disebut tau-tau dalam bahasaToraja. Tau-tau adalah patung miniature dari jenazah yang dikuburkan di dalam gua. Hanya kalangan yang memiliki strata social tinggi yang dibuat patung miniaturnya. Tau-tau yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun ini rawan pencurian mengingat harganya tinggi karena nilai seni dan budayanya.

Dalam waktu tertentu, masyarakat Toraja datang ke Goa Londa untuk ziarah ke makam para leluhur mereka. Ketika berada di dalam goa, mereka tak hanya berdoa, melainkan juga mempersembahkan sesaji, seperti sirih, pinang, serta aneka bunga. Seringkali, mereka membawa sesaji yang diyakini sebagai kesukaan dari sang mendiang, seperti rokok, sepiring makanan, serta sebotol air putih.

Tiket masuk untuk wisatawan local Rp. 10.000 dan Rp. 20.000 untuk wisatawan asing

Kita dapat menyewa lampu petromaks bersama dengan pemandu lokal yang siap menemani dan memberikan penjelasan dengan membayar Rp 25.000,- Para pemandu ini biasanya masih mempunyai hubungan keluarga dengan jazad orang-orang yang diletakkan di dalam gua, sehingga mereka dapat menjelaskan kisah-kisah yang terkait dengan jenazah di tempat itu.

(http://tourtoraja.com)

6. Taman Laut Nasional Bunaken

keindahan-taman-laut-bunakan.jpg

Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area dengan luas 75.265 ha. Terdapat 5 pulau yang termasuk dalam taman nasional ini yaitu Pulau Naen, Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, dan Pulau Mantehage beserta anak pulau yang di sekelilingnya. Dan jumlah penduduk yang ada di kelima pulau tersebut sekitar 21.000 orang. Secara geografis Pulau Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “Segi Tiga Emas“. Lebih dari sekitar 3000-an spesies ikan berada di Bunaken. Wilayah “Segi Tiga Emas” adalah jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia. Karena kekayaan alam yang berada di Bunaken, organisasi nasional dan internasional non pemerintah saling bekerja sama dalam menjalankan konservasi terumbu karang dan mangrove.

Pemerintah Kota Manado mempunyai gagasan menjadikan Bunaken sebagai obyek wisata bahari dan wisata edukasi, karena pemerintah setempat melihat aktivitas konservasi alam laut di wilayah ini. Maka dari itu kawasan Pulau Bunaken pada 1991 silam, Menteri Kelautan meresmikannya sebagai Taman Laut Nasional Bunaken.

Obyek Wisata

Pada saat wisatawan berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, mereka tidak akan lupa untuk berkunjung ke Taman Laut Nasional Bunaken. Karena Bunaken merupakan obyek wisata yang paling populer. Bunaken memiliki luas kurang lebih sekitar  8 km² yang terletak di Teluk Manado. Di sekeliling Bunaken, ada taman laut yang juga bagian Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Bunaken juga merupakan salah satu taman laut yang mempunyai biodiversitas laut tertinggi dunia. Oleh karena itu banyak para wisatawan yang datang berkunjung untuk melakukan aktivitas menyelam di kawasan Bunaken. Meski luas area mencapai 75.265 ha, lokasi menyelam sangat terbatas, hanya berada di sekitar pantai yang mengitari kelima pulau yang berada di kawasan Taman Laut Nasional Bunaken. Di Bunaken terdapat 40 lokasi penyelaman yang memiliki beraneka ragam terumbu karang dan ikan laut tropis yang indah. Wisatawan yang melakukan penyelaman di wilayah Bunaken akan disuguhi pemandangan 150 spesies ikan dari sekitar 58 genus ikan dan terumbu karang.Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai 20 dive spot / titik penyelaman dengan berbagai kedalaman yang bervariasi. Dari 20 dive spot, 12 dive spotberada di Pulau Bunaken dan merupakan titik penyelaman yang paling sering dikunjungi oleh penyelam-penyelam baik lokal maupun mancanegara. Titik penyelaman Bunaken berderet dari tenggara hingga barat laut. Di kawasan ini terdapat dinding karang berukuran raksasa berbentuk vertikal dan melengkung. Dinding ini merupakan sumber makanan bagi ikan-ikan dan penghuni laut lainnya.

Lokasi

Bunaken terletak di perairan laut Pulau Sulawesi. Sebagian Taman Laut Nasional Bunaken berada di utara Teluk Manado dan merupakan bagian administrasi Kota Manado, Sulawesi Utara.

Akses

Untuk mencapai Taman Laut Nasional Bunaken, wisatawan dapat menggunakan transportasi yang sudah tersedia yaitu perahu motor dari pantai Teluk Manado.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Taman Laut Nasional Bunaken yaitu Rp. 50.000,-/orang untuk sekali masuk. Dan Rp. 150.000,-/orang yang berlaku 1 tahun. Jika Anda membeli tiket yang berlaku untuk 1 tahun, Anda akan diberi seperti lencana yang terbuat dari plastik sebagai pengganti tiket.

Fasilitas dan Akomodasi

Beberapa akomodasi hotel di kawasan Bunaken sudah tersedia dengan berbagai pilihan. Beberapa hotel dekat Taman Nasional Bunaken yang direkomendasikan yaitu Bunaken Island Dive Resort dan Bunaken Divers Sea Breeze Resort. Kedua hotel tersebut terletak di Pulau Bunaken. Terdapat juga penyewaan selam beserta instrukturnya. Untuk instruktur selam sudah menguasai bahasa Perancis, Belanda, Inggris, dan Jerman.

(http://www.gocelebes.com)

7. Bantimurung

kingdom-of-butterflies-di-bantimurung-cadd60.jpg

Bantimurung merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di Sulawesi Selatan. Iya, berbagai jenis keindahan dan pesona alam yang di tawarkan pada obyek wisata Sulawesi ini. Diantaranya, penangkaran kupu-kupu, goa, cagar alam dan yang paling terkenal adalah pesona air terjunnya. Air terjun di kawasan ini mengalir di antara tebing-tebing karst. Karst adalah sebuah bentuk formasi pegunungan yang diakibatkan dengan adanya kumpulan bebatuan kapur. Kawasan karst Bantimurung Bulu Saraung ini, merupakan kawasan karst terluas kedua di dunia.

Di kawasan tersebut ada karst yang berdiri sendiri dan adapula yang berjejer dengan membentuk kelompok-kelompok pegunungan. Namun, yang paling menakjubkan adalah salah satu karst yang menjulang ke atas menyerupai sebuah tower sehingga ia dikenal dengan tower karst. Semuanya merupakan pahatan-pahatan alam yang sungguh luar biasa. Nah, dari atas karst itulah mengalir air terjun setinggi sekitar 20 meter dengan lebar 15 meter. Airnya  yang jernih dan sejuk terus meluncur dengan derasnya sepanjang tahun. Di bawah cucuran air terjun, terdapat permandian dari  landasan batu kapur yang tidak terlalu dalam. Tak heran, pengunjung terkadang lupa waktu ketika berada di tempat ini.

Air terjun yang berada dalam areal Taman Nasional Bantimurung itu awal mulanya dipopulerkan oleh Alfred Russel Wallace, seorang naturalis dan kolektor asal inggris. Pada tahun 1919, ia menjadikan gua mimpi dan gua batu tersebut sebagai daerah konservasi. Di areal tersebut terdapat sekitar 268 gua. Leang leaputte menjadi gua yang terdalam dengan kedalaman 260 meter sedangkan yang terpanjang adalah gua Salukan Kallang dengan panjang diperkirakan mencapai 27 kilometer. sayang, gua-gua tersebut masih kurang familiar dibandingkan dengan gua batu dan gua mimpi.Menurut sejarah, awalnya gua tersebut adalah tempat bertapa dan kediaman Karaeng Toakala atau raja Bantimurung. Dan salah satu tempat menuju goa terdapat sebuah makam yang di percaya milik raja Bantimurung.

Nah, bagi anda yang ingin menelusuri goa-goa tersebut,  bisa meminta bantuan para pemandu lokal sebagai penunjuk jalan sekaligus sebagai seorang narator. Selain memiliki air terjun yang mempesona, serta goa yang menyimpan sejarah. Kawasan wisata Bantimurung juga menjadi habitat ribuan kupu-kupu dari berbagai jenis spesies loh. Pengunjung dapat menyaksikan indahnya warna-warni kupu-kupu yang beterbangan diantara semak belukar dan bunga-bunga yang cantik. Wow, keindahannya sungguh tak terbayangkan.

Bahkan, Alfred Rassel Wallase, pernah menyempatkan diri tinggal  di kawasan ini selama kurang lebih satu tahun (1856-1857) untuk meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tergolong langka itu. Dan penjajah Belanda pernah menjuluki tempat ini  sebagai “Kingdom of Butterfly”. Demi menjaga kelestariannya, pengelola Taman Nasional Bantimurung mengelola penangkaran kupu-kupu sejak tahun 2005 di areal seluas 2 hektar.Keanekaragaman pesona alam di Taman Nasional Bantimurung tersebut adalah aset yang perlu untuk tetap dijaga. Partisipasi dan keterlibatan semua pihak adalah faktor utama demi menjadikan Bantimurung tetap lestari.

(https://wisatasulawesi.com)

8. Wakatobi

Menyelam-Di-Taman-Laut-Wakatobi.jpg

Kepulauan Wakatobi sebelumnya bernama Kepulauan Tukang Besi, terletak antara Laut Banda dan Laut Flores dan di sebelah tenggara Pulau Buton (Sulawesi Tenggara). Nama Wakatobi sendiri merupakan singkatan dari nama pulau-pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Sejak tahun 2003, Wakatobi berstatus kabupaten sebagai hasil pemekaran wilayah Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Berdasarkan Sensus Penduduk 2010 (SP 2010), jumlah penduduk Wakatobi mencapai 92.922 jiwa, sekitar 51 persen di antaranya bermukim di Kecamatan Wangi-wangi dan Wang-wangi Selatan, selebihnya tersebar di enam kecamatan lainnya. Luas daratan Wakatobi 425,97 kilo meter persegi, sehingga kepadatan penduduknya hanya 218 jiwa per kilo meter persegi. Luas perairan laut Wakatobi mencapai 18.377 kilo meter persegi.

Hal yang istimewa dari Wakatobi ialah keberadaan Taman Nasional Wakatobi (TNW), yang lebih dikenal dengan sebutan Surga Nyata Bawah Laut.Kondisi sumberdaya laut, termasuk 25 gugusan terumbu karang yang masih asli,serta kawasan pantai Wakatobi begitu memikat. Tak heran jika ada yang menyebut TNW sebagai salah satu taman laut yang paling keren di dunia, sehingga kawasan ini sering dijadikan ajang diving dan snorkling bagi para penyelam.

Wakatobipernah diusulkan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi warisan dunia bidang kelautan pada UNESCO, sebagaimana Taman Nasional Bunaken (Sulawesi Utara) dan Taka Bonerate (Sulawesi Selatan). Selain itu, karena Wakatobi memiliki kekayaan keragaman hayati (biodiversity) maka dijadikan pusat keunggulan dunia untuk penelitian bawah laut. Hal ini mengacu pada kerjsama antara Pemkab Wakatobi dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Eropa.

Untuk mencapai Wakatobi bisa melalui Kendari, kemudian menujuWanci (Ibukota Kabupaten Wakatobi yang terletak di Pulau Wangi-wangi)dengan menggunakankapal kayu. Adapun pemberangkatannya dalam seminggu adat 3 kali seminggu, yaitudari pelabuhan Kendari. Waktu perjalanan sekitarsepuluh jam.

Alternatif lainnya ialah dariKendari terlebih dahulu melalui Bau-Bau (Pulau Buton) lewat Raha (Pulau Muna) dengan menggunakankapal cepat regular yang diberangkatkan setiap hari dua kali. Adapunwaktu tempuhnya sekitar lima jam. Kemudian perjalanandilanjutkan dengan menggunakan kapal kayu, menujuWanci, lama perjalanan mencapai delapanjam. Bisa juga ditempuh melalui Bau-Bau dengan terlebih dahulu menujuLasalimu,menggunakan mobil dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat route Lasalimu-Wanci sekitar dua jam. (Atep Afia)

(https://www.kompasiana.com)

9. Pantai Losari

1pantai-losari.jpg

Pantai Kuta merupakan ikon pariwisata Bali, kalau di Sulawesi SelatanPantai Losarimerupakan ikon Kota Makassar. Dulunya, pantai ini pernah mendapat julukan sebagai pantai yang mempunyai meja terpanjang di Indonesia, mungkin juga di dunia. Karena adanya warung-warung yang berjejer  di sepanjang bibir pantai. Tetapi sekarang, warung-warung tersebut sudah dipindah ke tempat yang tidak begitu jauh dari Pantai Losari. Langkah tersebut ditempuh oleh Pemkot Makassar agar obyek wisata di Sulawesi ini nyaman dan bersih.

Obyek Wisata

Ada keunikan dan keistimewaan tersendiri dari Pantai Losari, yaitu wisatawan yang berkunjung ke pantai ini dapat melihat pemandangan indah matahari terbit dan matahari terbenam. Selama menunggu pemandangan indah tersebut, wisatawan dapat mencoba berbagai ragam masakan laut yang masih sangat segar. Beberapa menu masakan laut yang dapat Anda coba seperti, lobster, cumi-cumi dan ikan pari. Harganya pun sangat terjangkau. Selain itu di kawasan pantai, wisatawan juga dapat mencoba berbagai makanan khas makassar, seperti pallu butung, pisang epek, pisang ijo, sop konro, coto makassar, dan sebagainya. Sembari menunggu matahari terbenam dan ditemani masakan laut atau makanan khas Sulawesi, Anda bisa juga menggunakan fasilitas internet yang disediakan di kawasan pantai ini.

Lokasi

Obyek wisata Pantai Losari berada di jantung Kota Makassar, tepatnya di Jalan Penghibur. Jalan ini berada di sebelah barat Kota Makassar.

Akses

Jika Anda dari pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan transportasi kendaraan pribadi maupun umum. Jika Anda dari Bandara Hasanuddin, perjalanan dapat ditempuh dengan waktu 45 menit.

Harga Tiket Masuk

Anda tidak perlu membayar tiket untuk memasuki kawasan Pantai Losari

Fasilitas dan Akomodasi

Tersedia berbagai transportasi umum seperti becak, taksi, bus, dan sebagainya. Transportasi tersebut bisa Anda gunakan untuk berkeliling di sepanjang Pantai Losari. Tersedia juga berbagai akomodasi hotel dengan berbagai kelas, dari wisma sampai hotel berbintang. Rumah sakit, restoran, cafe, warung, kerajinan emas dan souvenir juga tersedia. Beberapa hotel dekat Pantai Losari yang direkomendasikan yaitu Hotel Aryaduta Makassar dan Makassar Golden Hotel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s